Sabtu, 22 Agustus 2015

Ada Apa dengan Lab ? "What's Up with Lab ?"




 
Ada Apa dengan Lab "What's Up with Lab ?"  
Part 1 : Dilema Nge-lab (Semua berawal di Kimia Dasar)



 "Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih itu selalu ada. Waktu tidak pernah berjalan mundur dan hari tidak pernah terulang, tetapi pagi selalu menawarkan cerita baru. Untuk semua pertanyaan tentang Lab yang belum sempat terjawab." (AADL -2013).

Siapa yang gak senang ketika ketika kita dinyatakan lulus di salah satu Universitas Negeri yang diinginkan? Yah, everyone punya cara masing-masing untuk ungkapin rasa gembiranya. 

Dirilis dari kisah-kisah sang pemburu PTN (beberapa teman gw); "Eh bro, lu waktu dinyatain lulus acem ? Wah bro, gua langsung teriak kencang banget; Wah, klo gw mah biasa aja bro; Gw senang bangetlah, emak gw langsung buat arisan dirumah; Beehg, gw langsung lari dari warnet bro, ampe hampir lupa bayar heheheh; Klo gw antara yakin ama enggak bisa lulus, but i got it! " 

Yah, itu  semua normal. Demikian juga gw, it was the best birthday present i ever get. Maklum, pengumumannya bertepatan hari lahir gw.

But, gw gak mau bahas panjang lebar mengenai awal gw kuliah, ampe neh hari. Seperti judul yang udah gw pajang  di atas noh  Dilema Nge-lab.  “Beehg, nge-lab aja sok dilema luh (anggapan dari salah satu teman bernama x, di dunia peradilan). Kan enak tuh, bisa praktek langsung, nyampurin bahan ini dan itu, merakit ini dan itu, membuat ini dan itu." Wah, parah nih anak, taunya ini dan itu, pikir gw hehehe. Ini anak ngingatin ama salah satu judul lagu “ itu ini, begini begitu."

Sebelumnya gw mau salam-salam dulu nih, buat segenap anak bangsa yang masih dijajah ama yang namanya Laboratorium, hey sob, staying stronggg aja yah. Khususnya anak sains pasti pernah dong ngerasain sakit, senang, sedih, bahagia campur tawa, sedih campur haru, dan senang campur gado-gado, beehg dah mulai ngelantur lagi deh gw. Di saat teman-teman negara api bebas untuk mengeluarkan segala uneg-uneg dan aspirasinya, kita harus disita kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (itulah kata-kata dilemanya) hehehe.

Sebagai mahasiswa yang suka sains, tapi tidak suka meneliti (tidak tertarik hal-hal sains secara praktik kecuali ngintipin ayam waktu bertelur) sungguh menjadi dilema bagi gw, ketika harus berhadapan sama yang namanya Nge-lab. Disebabkan dulu waktu smp dan sma, laboratorium hanya sebagai simbol suatu sekolah, dengan “teori” sebagai landasannya. Laboratorium selalu bersih dan rapi, karena jarang digunakan hehehe. Mungkin hanya sekawanan semut yang sesekali masuk untuk bereksperimen hahahaha.

Tinggalkan dulu masalah sma, back to my story. Dengan kepala botak, layaknya seorang profesor, gw memasuki semester awal. Berbekal beberapa sks mata kuliah dan beberapa sks praktek (lab), saya memasuki masa menjadi seorang “Mahasiswa” Horrray !

Pengalaman di Lab KD ( Krisdayanti / Kimia Dasar)

Langsung ke inti masalahnya, Lab pertama yang saya jalani (sebut saja : KD “bukan Krisdayanti”). Sumpah, ini adalah pengalaman sungguhan nge-lab pertama gw  (disamping nge-lab kecek-kecek waktu SMA).  Dilab ini kami belajar mencampur-campurkan sirup sirup yang bisa berasap dan berubah warna, membakar kertas, melihat kertas ajaib yang bisa berubah warna kalau dimasukkan ke beberapa sampel yang dibawa, menyusun puzzle yang anda gundukannya, memasak air hangat buat ngopi mang, ngaduk-ngaduk air dan banyak lagi yang lainnya.

Meskipun kegiatan aneh diatas menarik untuk dilakukan, tapi perjuangan untuk memulainya sedikit menguras air mata (versi : salah satu tim saya). Kenapa tidak, mulai dari mencari DP (Bukan Dewi Persik ),disuruh cari bahan buat sample, dibarisin di depan lab (layaknya antrian beras bulog), diperiksa peralatan tempur dan seragam tempur (wanti-wanti tindakan terorisme belakangan ini), di dalam juga harus diinvestigasi (bahasa gaulnya : responsi), kemudian baru deh boleh perang (praktikum). Tunggu dulu, ada pepatah mengatakan, “bersakit-sakit dahulu bersenang senang kemudian” pepatah yang satu ini gak berlaku di lab. Setelah selesai berperang (bereksperimen) kita dihadapkan dengan kegiatan berburu tanda tangan (bahasa gaulnya : ACC). Mirip salah satu nama rumah makan padang kenamaan di kota besar. Yah, begitulah setiap minggunya. Kebayang ngak harus ngelewatin masa penjajahan tersebut selama 8 minggu ?

Adapun tahapan untuk memulai nge-lab dipaparkan sebagai berikut : 

1. Mencari DP ( Diangkat dari kisah nyata anak sains dalam perjuangan cintanya mendapatkan Dewi Persik  alias daftar pustaka)

Ini merupakan tahapan yang paling vital, klo ingin memijakkan kaki di ranah lab, dan tahapan yang dapat memicu berbagai konflik maupun gerakan separatis dan min sendiri (mansen). Bagaimana tidak, setiap orang baik satu team maupun team lain, berlomba-lomba berburu buku ke perpustakaan, untuk mencari yang namanya “DP”, itu semacam teori untuk judul yang akan dipraktekkan pada saat itu. DP di lab KD ini ada dua jenis, pertama DP asli orang indo (Buku Indonesia) dan kedua DP orang luar negeri (Buku non-Terjemahan).

Tanda-tanda tahap ini sedang berlangsung di lingkungan kampus yaitu :
-Perpustakaan ramai
-Photocopian padat
-List buku pada empty
-Slip peminjaman penuh
-Pesan di handphone penuh
-Wajah lusuh
-Pada beberapa orang terjadi percekcokan ( perihal DP yang sama)

Mencari DP tidak segampang menculik Miyabi (bintang iklan springbed), it’s need to much power, butuh perjuangan yang sangat besar, khususnya bagi kami yang para pemula pada saat itu. Selain itu, perlu wajah sangar dalam mencari DP (wanti-wanti DP sama). Intinya siapa sangar dia menang. Untuk minggu pertama mencari DP pastinya sangat sulit, tapi minggu selanjutnya bisa minta copian punya kawan sebelumnya (dikutip dari pengalaman para senior).

Setelah DP ditemukan, everyone harus disibukan dengan kegiatan tulis-menulis. Nah itu semacam kegiatan memindahkan teori yang kita dapatkan dari buku yang kita pinjam (DP) ke buku praktikum yang telah disediakan. Ini merupakan salah satu kegiatan yang membosankan, sehingga tidak heran jika beberapa orang pada teori yang dituliskannya, terdapat berbagai macam jenis tulisan. Heheheh, rahasia lama Serikat Tolong Menolong (STM).

2. Mencari Bahan Buat Sample (bukan sample biasa Bung ! ) Seriously ?

Ini merupakan tahapan selanjutnya yang tidak kalah seru meyiksanya di-lab KD. Sebab kalau sample tidak terpenuhi maka siap-siap deh buat Cauuw (bahasa gaulnya : In heallen). Sampel juga beraneka macam , dari yang mungkin sampai yang setengah mungkin. Beberapa sample yang pernah disuruh bawa dilab KD :
-Air Cucian ( kecuali air cucian BAB, heheheh)
-Bebagai macam susu ( tidak berlaku susu ibu /cukup hanya para pendahulu)
-Ekstrak daun pepaya, daun Ubi, dan segala daun (daun telinga tidak termaksud)
-Berbagai jenis vitamin buat diduk doang (meskipun praktikan bersangkutan kekurangan vitamin)
-Belajar keras ( Ini sampel paling aneh sepanjang Lab)
-dan masih banyak lainnya.

Gw dan teman team gw pernah diisengin soal sample oleh salah satu asisten. Salah satunya disuruh bawa air hujan malam minggu, lengkap dengan fotonya ketika menampung air tersebut. "Klo gak hujan acem kak ? Makanya berdoa ding biar hujan". Kebayang gak gimana berdosanya asisten bersangkutan? Di saat para sejoli ingin habiskan malam minggunya,  kami malah disuruh berdoa agar malam minggu hujan hahahaha.

Btw gw juga pernah ngerjain asisten loh soal sample. Waktu itu team gw disuruh bawa beberapa sample untuk judul (uji kesabaran hayati wkwkwk maksud gw uji molekul hayati). Kebetulan gw kebagian bawa sample Susu Hilo. Gw, pikir tuh susu ada versi sachetnya yang seribuan, maklumlah gw kan anak kost yang sedang dilanda bokek hehehe. Setelah melakukan tanya jawab oleh beberapa petugas warung dan supermarket, susu Hilo cuma tersedia dalam kemasan besar dan harganya gak balance sama keadaan kantong gw saat itu. Padahal yang diperlukan cuma sekitar 5 mg. 

Akhir kata, dengan penuh penyesalan tapi tidak mau kalah, gw akalin aja. Tuh susu Hilo di supermarket gw foto, kemudian gw beli susu dancow sachet harga seribu, trus gw pindahin bubuk susu dancow itu ke plastic kaca. Yah alibinya ntar gw minta susu Hilo milik tetangga, dengan foto kemasannya sebagai barang bukti. Ketika akan memulai praktikum asistenya tampak menginvestigasi sample yang gw bawa. Dengan penuh nada curiga dia bertanya: “Hei, apa bener nih susu Hilo? Gw jawab: Bener kak, cuma aku minta punya tetangga, jadi gak bawa kemasannya. Klo gak percaya saya tunjukin fotonya deh”. 

Disertai ketidakyakinan, dia cium-cium tuh aroma susu, diraba-raba, dan diterawang,  pastinya penuh kecurigaan deh. Disitu jantung gw dag dig dug (bukan karena jatuh cinta).

Kenapa tidak, klo misalnya ketahuan bisa mampus gw. Alhasil dunia menjawab penderitaan kantong gw, asisten itu percaya sama sample gw. Hahahahaha, sekarang dancow bertransformasi jadi Hilo. Stttt, it was one of interesting moment at that time.

Mengenai sample, setiap team pasti punya cerita masing-masing, tapi saya rasa ceritanya gak jauh beda. Cerita yang penuh dengan ketulusan, kejujuran, kebohongan, kesedihan dan semua yang berimbuhan ke-an. 

3. Dibarisin di Depan Lab ( Dalam rangka pembagian Beras Bulog / say hello assistant)

Ini merupakan part yang paling membosankan bagi sekumpulan yang sudah menyiapkan perlengkapan perangnya dengan baik (Tuper, DP, Sample dkk) dan part yang paling menguntungkan bagi sekumpulan yang belum menyiapkan perlengkapan perangnya. 

Tapi bagi sebagian besar team atau kelompok, detik-detik proklamasi  (berbaris) dipenuhi dengan muka -muka cemas. Ada yang komat-kamit baca mantra alias ngapal, ada yang sibuk ngerjain teori jurnal, ada yang lari-lari beli sample, ada yang cuma duduk doang. Nah buat sebagian kaum yang hobi narsis didepan lensa kamera, akan sempatin waktu tersebut buat jepret photo. Trus buat caption: lab, when it will be end ? hahahah.

Sungguh detik-detik dengan sejuta cerita dan ekspresi. Pada bagian ini biasanya kita menunggu para asisten membuka pintu wahana pertempuran (pintu lab). Selanjutnya masuk ke tahap pemeriksaan. Pada bagian ini everyone sudah harus siap dengan seragam tempur dan segala sesuatunya. 

4. Pemeriksaan ( Bab  I : Apakah aku masuk atau keluar ? ; from novel : masuk kena keluar kena  karya gw ntar)

Bagian yang satu ini merupakan bagian yang sangat wajib, dimana sang asisten akan memeriksa :
-Status kewaganegaraan/absensi (maklum, belakangan lagi banyak teroris berkeliaran)
-Kitab suci (tulisan orang yang dituliskan lagi di dalam jurnal / teori dari DP yang dicari dapat berbentuk jurnal jadi dan setengah jadi)
-Seragam (sejenis kain putih panjang, bukan Horden)
-Sample/Peralatan ( sejenis makanan ringan / bahan dan alat yang harus dipersiapkan)
-Tuper / Tugas Persiapan ( semacam pertanyaan yang dapat menjebak tak berhadiah, yaitu soal-soal seputar judul praktikum)
-Kaos kaki (antisipasi maraknya kaki jamuran, maklum musim penghujan hehehehe)

Dengan ketentuan tersebut, jangan coba-coba deh melanggar salah satunya. Biasanya sih, langsung "see you good bye". Tapi klo muka masih tebal, boleh coba mohon-mohon, bila perlu pake air mata buaya klo gak mempan, panggil senior aja, hahahahah ribakkkk (pengalaman terdahulu yang menyebabkan pertikaian dahsyat). Walaupun demikian, kesempatan memohon hanya 20% berhasil, jadi bagian ini memang harus dipersiapkan dengan baik. 

5. Investigasi ( you should get 10 point to save this part / range 10-20”, apakah kamu sudah belajar ?)

Ini merupakan bagian yang menjadi jawaban mengapa sebagian orang ketika prosesi baris-berbaris banyak yang komat-kamit baca mantra (menghafal). Nah, disini kami akan disuguhkan beberapa pertanyaan guna melanjutkan tahapan berikutnya, bahasa gaulnya adalah “Responsi”.

Responsi merupakan kegiatan dimana seorang asisten ngomong (baca soal) dan kita mencatat (soal) lalu dijawab guna mendapatkan SIM (Surat Izin Me-ngelab).

Responsi di lab KD ini memiliki beberapa ketentuan range nilai yaitu :
-Nilai 0-5 : Langsung disuruh angkat kaki alias “In heaalen” (ngak boleh  ngelab)
-Nilai 6-8 : Ada peluang selamat tapi sangat tipis yaitu 30% (nasib baik klo tuh asisten pengertian, klo ngak bakal angkat kaki juga”
-Nilai 8-10 : Peluang selamat mangkin besar, tergantung kita ngerayu tuh asisten "kak, bakso disimpang enak loh wkwkwk" (tidak berlaku bagi asisten yang lagi diare)
-Nilai 10-15 : Selamat, anda berhak mengikuti praktikum
-Nilai 15-20 : Gak ada beda ama range nilai 10-15, bahkan bisa sama waktu perbaikan nilai (heran kan).

So, kalau ingin dapat nilai aman, pastinya harus belajar yang baik. Ini bukan perkara mudah, soalnya masih banyak kegiatan gak penting yang wajib seorang mahasiswa lakukan ketimbang menghafal. Sehingga, menurut survei yang gw lakukan beberapa tahun lalu, kegiatan menghafal biasanya dilakukan pada saat hari akan melakukan praktikum. Gak heran kalau saat praktikum akan dimulai, banyak orang mulai baca mantra.

Tanda-tanda sedang berlangsungya bagian ini :
1.Beberapa orang akan terlihat rajin membaca di depan lab, di jalan, di emperan, di taman bahkan di toilet
2.Akan terjadi pinjam meminjam buku responsi ( istilahnya itu saling barter antar teman yang sudah masuk judul yang akan kita lalui)
3.Beberapa terlihat di tempat Fotocopy
4.Bookfie (beberapa akan terlihat memfoto buku dengan tujuan yang masih menjadi misteri)
5.Terkadang terlihat beberapa orang dengan kertas A4 : 12 , katanyasih bawa hoki
6.Orang-orang pada mulai aneh "weh, tanyain gw dong.
7. Beberapa buku responsi terlihat tulisan sansekerta (dengan font tak jelas dan size sekitar 0,1 cm)

Masih banyak lagi tanda-tanda bada bagian ini yang gak bisa gw paparin satu persatu, soalnya ini menyangkut hak perseorangan, heheheheh.

So, tetep solusi terbaik ujung-ujungnya belajar keras dan bekerja keras. Ntar klo udah asisten juga bisa ngerasain yang kayak gitu juga kan.  Satu lagi nih, pada bagian ini juga biasanya sample akan diperiksa guna keperluan evakuasi, hahahah emang mayat.  So prepare all things that you need.

6. Perang Dimulai ( Are u ready guys ? have no mistake is better than nothing - Jangan buat kekacauan intinya)

Setelah melakukan serangkaian prosesi adat yang amat panjang barulah kita dipersilahkan untuk praktikum. Nah ini merupakan kegiatan yang bisa membosankan atau malah mengasyikkan, tergantung si doi (asistennya), mood ditangan asisten bersangkutan.  Nah di lab KD (bahasa latinnya : Kimia Dasar) pada waktu itu ada 8 judul. Judulnya bervariasi dengan kegiatan yang aneh-aneh diantaranya :

1. Penentuan Rumus Empiris : Pada judul ini kami disuruh ngitungin (sejenis taik periuk) kristal hitam setelah melalui proses tertentu.

2. Struktur Senyawa : Jauh-jauh kuliah hanya untuk main puzle-puzlean, bedanya ama sd puzlenya biasanya robot-robotan, nah ini puzlenya agak aneh gitu, gak bisa dengan kreativitas merakitnya. (merakit struktur senyawa sesuai buku penuntun)

3. Reaksi-reaksi kimia : Judul yang satu ini merupakan judul pertama gw. Judul ini agak sedikit oke karena ada atraksi bakar-bakar jagung (bakar pita Mg), campurin berbagai macam juice (cairan kimia), bahkan mengaduk-ngaduk. Setelah itu dianalisis apa nama reaksinya. Sedikit membosankan tapi menyenangkannya banyak hahaha.

4. Kesetimbangan kimia : Disini kami melakukan yang namanya titrasi. Titrasi adalah sejenis olahan udang atau ikan yang digiling dan diolah serta dikeringkan (Terasi). Intinya titrasi merupakan kegiatan menambahkan suatu senyawa ke senyawa yang diukur guna mencapai titik setimbangnya. Bagi yang gak paham, rasain aja sendiri.

5. Hasil kali kelarutan : Disingkat KSP (Kesepian)  adalah kegiatan mengamati endapan yang terbentuk dengan perlakuan tertentu.

6. Skala pH dan indikator : Ini semacam kegiatan yang ada asam-pahitnya gitu. Jadi disini kita mengukur sifat asam dan basa suatu larutan lalu menentukan range pH-nya (pH - pakaian Hijab) . Klo gak salah dulu kami pakai 3 indikator yaitu : Indikator PP (Pulang Pergi), Indikator MO (Minuman Oplosan) dan indikator BTB (Bondan fade Two Black).

7. Kinetika Kimia : Sebuah kegiatan dimana kita mengukur laju percintaan dengan si doi (laju reaksi). Beberapa pengaruh yang menghambat laju cintanya laju reaksi antara lain ( suhu waktu malam minggu, pengaruh orang ketiga/ katalis, luas permukaan dompet, orde baru).

8. Uji molekul hayati : Dari semua percobaan, ini merupakan percobaan yang paling boros tabung reaksi. Yang diuji cuma protein dan kabohidrat tapi nama uji banyak banget dan aneh-aneh. Sehingga pada judul ini rentan terhadap kecelakaan ringan, seperti tabung pecah dll. Di sinilah susu dancow yang saya beli berhasil ngadalir kakak asisten hahaha.

Itulah beberapa judul di lab kimia dasar dengan keunikannya masing-masing. Percobaan semangkin meriah dengan adanya panduan dari abang kakak asisten (walau dengan wajah yang sengaja dibuat antagonis), but ini sangat langka ditemui ketika masih SMA. Seiring berjalannya waktu pasti akan terbiasa deh, klo masih awal sih agak sedikit tergoncang bathin hehehehe.

Bagian ini tidak hanya tentang atraksi dan mendengarkan dan merekam nyayian sang asisten, lewat pemaparannya. Sebab kita harus menyalin setiap analisa percobaan, kedalam yang namanya buku laporan sementara. Buku laporan sementara inilah yang pada saat semua judul telah selesai direkam, maka akan menjadi sebuah mini album. Dimana kita ditugaskan untuk meminta tanda tangan artisnya. Sangat melelahkan bukan ? 

7. Berburu tanda tangan (ACC)

Merupakan kegiatan rutin sehabis selesai praktikum. Ceritanya asisten di sini sebagai artis, dan dia akan sibuk kesana kemari layaknya bintang baru naik daun, dan kita sebagai fansnya akan senantiasa mengikutinya guna mendapatkan tanda tangan. (Bahasa gaulnya adalah ACC). Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengarahan untuk praktikum minggu berikutnya.

Bagaimana, sangat melelahkan bukan ? Itu masih satu pertemuan loh, belum lagi tujuh pertemuan selanjutnya. Kebayangkan bagaimana lelahnya. Jadi bagaimana, apa udah selesai ? Tunggu dulu, itu masih belum berakhir, setelah semua judul selesai di praktikumkan, maka akan ada yang namanya "Refreshing Test" bukan sejenis the yang menyegarkan dahaga.

Refreshing test semacam kegiatan pemborosan jawab menjawab soal yang minggu-minggu sebelumnya  setiap pertemuan, telah ditanyakan. Pun merupakan kegiatan yang sangat menegangkan, karena para asisten akan bertransformasi menjadi bapak ibu pengawas yang senantiasa mengeluarkan taringnya ketika ada kejadian tidak senonoh (menyontek dan sejenisnya). 

Sepertinya para asisten dibekali kekuatan superhero pada bagian ini antara lain : pengamatan tajam (Pakai haki Pengamatan kalau di anime One-Piece), jalan cepat (Flashman lewat), dapat mencium aroma kecurangan dari segala penjuru, mampu mendengar suara mahluk halus dilevel infrasonic, serta berbagai kekuatan super lainnya yang diwariskan oleh empuh pendahulunya. 

Nah, bagaimana udah selesai dong ? Masih belum. Karena akan ada section yang paling ditunggu-tunggu oleh para asisten, yaitu semacam launching album mereka gitu. Seperti yang udah gw ungkit diatas tadi.

Disini buku laporan praktikum diibaratkan sebuah album original dimana kita akan meminta tanda tangan lagi dari masing masing artisnya (asistent). It's called (ACC Besar). Ini merupakan bagian yang paling melelahkan, dimana sang artis (asisten) akan belagak sombong, egois , sok ketenaran, manja, sok imut dan lain-lain ketika berjumpa fansnya (praktikan). Hal ini semata untuk menaikkan popularitasnya sebagai artis terbaik di era tersebut hehehe. Uniknya, ketika kita akan minta tanda tangan, para asisten akan merengek sok merasa hidup mereka adalah segalanya, ditandai dengan permintaan yang agak ngesalin yaitu; tanda tangannya harus pakai pena warna ini yah, itu yah. Ini menguatkan praduga tentang kabar yang beredar dilingkungan kampus, tentang agen-agen penyeludupan pena yang saat itu menjadi misteri. Pena warna pun sering raib di lab ini (raib di tangan asisten)

Wah, sungguh melelahkan bukan. Nah, itupun masih satu lab yaitu: Kimia Dasar, bagaimana klo ada 2, 3 atau bahkan lebih dalam satu semester ? Hahaha, berbahagialah kamu orang-orang sains. Tapi rasa lelah tidak akan terasa jika kita menjalaninya dengan  penuh SEMANGAT !!!

Sekian dulu yah sob mengenai cerita pertama gw tentang Dilema Nge-lab, nih cerita dah lama gw tulis cuma gak pernah kepikir mau Nge-postingnya, klo gak salah sih semester 2 yang lalu. Sekarang gw udah semester 5 sob, pastinya udah banyak lab yang gw udah laluin dan jika ada waktu entar bakal gw beberin lagi. Satu kata dari gw : “BERBAHAGIALAH JADI ANAK SAINS” karena disitulah susah, senang sedih kamu bakar terukir. Salam Sains !!!!!!!

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak baca.

Nama : Niko Nababan
Nim :130801069
Fakultas/Jurusan : MIPA / Fisika / USU

Sekilas tentang gw : Orangnya gak cakep, buncit, masih jomblo berlaku sejak tulisan ini di posting, hobi nulis puisi yang gak jelas, suka nyayi walau suara cempreng, suka ngomong, ngak baik-baik amatlah pokoknya, suka basa-basi, sangat menghargai setiap tulisan orang, blogger stalker.

Special thanks to :
1.My God
2.My partners Sem.1 Lab Kimia Dasar
Samuel, Citra, Zega, Mona
3. Basic Laboratory - Kimia Dasar USU
4. Assistant  : Sist. Mey Rina Eka Sari
5. Everyone yang udah nyediain DP

Oke ya gusy, sekian dulu cerita gw, ntar kalau ada waktu gw akan berbagi pengalaman di Lab yang lain. :D
With Love : N.N
Share:

1 komentar: